Serba-serbi Gorengan Buka Puasa di Pakistan



Berbuka puasa di Ramadan menjadi semacam pesta kecil makanan tradisional di Pakistan. Jamuan iftar yang bervariasi dengan menu makanan negara lain dalam masyarakat tetap menomorsatukan hidangan nenek moyang sebagai menu favorit berbuka puasa.

Makanan berbuka puasa warga Pakistan selama Ramadan didominasi hidangan yang digoreng.


Kurma dimakan sebagai pembuka puasa bersama almond, pistachio, krim dan mentega. Campuran biji-bijian digulung dengan kelapa goreng kering dan ditaburi mawar. Dalam penyajiannya, kurma mawar diberi kertas foil perak atau 'warq' membuat menu ini terlihat menarik diatas meja iftar.

Iftar warga palestina tak lengkap bila tak ada samosa, gorengan berbentuk segitiga berisi kentang tumbuk, bawang, daging cincang, keju, ayam dan sayuran. Seringkali saus samosa disajikan dengan daun mint, ketumbar atau saus asam mengumbar aroma segar dan hangat.
Adapula Jalebi, pretzel manis untuk melawan rasa asin dan gurih samosa. Makan lainnya adalah Pakora atau bola goreng berisi bawang, kentang, bayam, daun ketumbar, cabai dan terung hijau dicampur dengan adonan tepung pedas. Petualangan makan akan makin menggoda dengan mencelup pakora dalam saus hijau dalam keadaan panas.

Setelah mencicipi aneka gorengan dengan rasa gurih, manis dan pedas, sop buah ala Pakistan, terdiri dari potongan buah mangga, pisang, apel, jambu biji, aprikot, anggur, apel, dan setetes lemon peras dan chat masala (rempah-rempah) menyegarkan tenggorokan setelah puasa lebih dari 12 jam. Teh atau kehwa atau squash lemon adalah minuman umum menemani menu berbuka warga Pakistan, seperti dimuat dalam Hellum.