29 Amalan Penghapus Dosa



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji adalah milik Allah. Dengan ini saya akan menulis tentang 29 Sebab Diampuninya Dosa berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Bismillah

Sebab Ke-1 : ISLAM
Spoiler for 1

Dari Abu Sa'id Al-Khudri, Rasulullah bersabda,
Apabila seseorang masuk Islam, lantas dia membaguskan kualitas keislamannya, maka Allah menghapuskan semua dosa yang dihimpunnya. Sesudah itu barulah diqishash, kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, sedangkan keburukan itu hanya dibalas dengan balasan yang sepadan, kecuali bila Allah memaafkannya.

Ketika seorang kafir masuk Islam, Allah membebaskan semua amal buruk yang dikerjakannya sebelum Islam, sehingga Allah tidak memperhitungkan seluruh keburukannya itu.

Rasulullah bersabda,
Tidakkah kamu mengetahui bahwa Islam itu meleburkan dosa apapun yang dilakukan sebelumnya.

Maksudnya, bahwa seseorang ketika masuk Islam maka berarti dia telah meleburkan dosa apa saja yang pernah dia kerjakan sebelum Islam, atau dengan kata lain, Allah menghapuskan dan membebaskan dosa darinya.


Sebab Ke-2 : Takwa Kepada Allah
Spoiler for 2

Allah Ta'ala berfirman,
Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kalian. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya. (Ath-Thalaq [65]:5)

Takwa kepada Allah merupakan salah satu sebab utama dihapuskannya dosa manusia. Di samping itu, takwa juga menjadi sebab diraihnya pahal yang besar dan masuknya seseorang ke dalam surga.

Allah Ta'ala berfirman,
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kalian bertakwa kepada Allah, Dia akan menjadikan Furqan (pembeda) untuk kalian dan menghapuskan dosa-dosa kalian serta mengampuni kalian. Allah itu mempunyai karunia yang agung. (Al-Anfal [8]:29)
Muhammad bin Ishaq berkata, "Furqanan" artinya pemisah antara kebenaran dan kebatilan.


Sebab Ke-3 : Mengikuti Rasulullah
Spoiler for 3

Allah Ta'ala berfirman,
Katakanlah, "Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku. Allah pasti akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Ali Imran [3]:31)

Makna ayat tersebut adalah jika kalian mengaku bahwa diri kalian mencintai Allah, maka realisasikan ucapan kalian yang sudah kalian ucapkan itu dengan kesediaan mengikuti Rasulullah, jika kalian berkata benar. Mengikuti Rasul adalah dengan mengerjakan apa yang beliau perintahkan dan menjauhi apa yang beliau larang. Jika kalian mengikuti Rasul dan membenarkan apa saja yang beliau bawa niscaya Allah akan mengampuni semua dosa kalian yang telah lampau. Hal ini disebabkan karena Dia adalah Maha Mengampuni dosa hamba-hamba-Nya yang beriman, Maha Menyayangi mereka dan juga menyayangi makhluk lain selain mereka.


Sebab Ke-4 : Takut Kepada Allah
Spoiler for 4

Dari Hudzaifah, dari Nabi Muhammad beliau bersabda,
"Ada seorang lelaki dari kalangan umat sebelum kalian berprasangka buruk terhadap amalannya. Dia berkata kepada keluarganya, 'Apabila aku mati nanti maka bakarlah jasadku dan taburkanlah abunya ke tengah lautan pada saat angin bertiup kencang.' Keluarganya melaksanakan wasiatnya itu. Allah mengumpulkan seluruh bagian tubuhnya hingga utuh kembali lalu Allah bertanya, 'Apa yang mendorongmu melakukan semua ini?' Orang itu menjawab, 'Tiada yang mendorongku kecuali rasa takut kepada-Mu.' Kemudian Allah mengampuni dosa orang itu."


Pada hadits tersebut terdapat penjelasan tentang besarnya keutamaan rasa takut kepada Allah, bahkan itu termasuk salah satu kewajiban dari iman dan dengan itulah ampunan Allah dapat digapai.


Sebab Ke-5 : Menjauhi Dosa Besar
Spoiler for 5

Allah Ta'ala berfirman,
Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang terlarang bagi kalian maka Kami akan menghapuskan dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam tempat masuk yang mulia (surga). (An-Nisa [4]:31)

Allah menjanjikan kepada seluruh hamba-Nya bahwa jika mereka menjauhi dosa-dosa besar maka Allah akan mengampuni dosa kecil mereka.

Ibnu Abbas bertutur, "Dosa besar adalah semua dosa yang Allah menutupnya (membalasnya) dengan neraka, atau dengan kemurkaan, atau dengan laknat, atau dengan siksa."


Sebab Ke-6 : Beriman dan Beramal Shalih
Spoiler for 6

Allah Ta'ala berfirman,
Pada hari Allah mengumpulkan kalian pada hari pengumpulan. Itulah hari ditampakkannya segala dosa. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal shalih, Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka adalah orang-orang yang kekal di sana selama-lamanya. Itulah kesuksesan yang besar. (At-Taghabun [64]:9)

Allah Ta'ala berfirman,
Dan orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka Kami akan menghapuskan dosa-dosa mereka dan Kami akan membalas mereka dengan yang lebih baik daripada amalan mereka. (Al-Ankabut [29]:7)

Allah Ta'ala berfirman,
Maka orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka ada ampunan dan rezeki yang mulia. (Al-Hajj [22]:50)

Pada tiga ayat yang dipaparkan itu terdapat isyarat bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shalih, maka Allah akan mengganjarnya dengan menghapuskan dosa-dosanya dan memasukkannya ke dalam surga.


Sebab Ke-7 : Beriman dan Berjihad Dengan Harta Serta Jiwa
Spoiler for 7

Allah Ta'ala berfirman,
Wahai orang-orang yang beriman, maukah kutunjukkan kepada kalian suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih. Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kalian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Yang demikian itu lebih baik untuk kalian jika kalian mengetahuinya. Allah akan mengampuni dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, serta tempat tinggal yang indah di surga Aden. Itulah kesuksesan yang besar. (Ash-Shaff [61]:10-12)

Allah menjelaskan bahwa perniagaan besar itu adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri. Allah juga menjelaskan bahwa itu lebih baik bagi mereka daripada perniagaan duniawi, bersusah payah menjalankannya dan berkonsentrasi mengurusinya semata-mata. Kemudian Allah Ta'ala berfirman, "Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian"


Sebab Ke-8 : Bersedekah dan Berinfak di Jalan Allah.
Spoiler for 8

Allah Ta'ala berfirman,
Jika kalian bersedekah secara terang-terangan maka itu sebaik-baiknya sedekah. Jika kalian bersedekah secara tersembunyi dan memberikan-nya kepada orang-orang fakir maka itu lebih baik untuk kalian. Allah akan menghapuskan dosa kalian dari kalan. Allah itu Maha Waspada terhadap apa yang kalian kerjakan. (Al-Baqarah [2]:271)

Semuanya diterima, baik sedekah secara rahasia maupun sedekah secara terang-terangan apabila niatnya benar, walau sedekah secara rahasia itu lebih utama. Dipaparkan kepada kita bahwa sedekah itu menghilangkan dosa sebagaimana air memadamkan api, maksudnya sedekah itu menghapuskan dosa, dan menjadi sebab untuk diampuninya dosa.


Sebab Ke-9 : Memberi Maaf dan Melonggarkan
Spoiler for 9

Allah Ta'ala berfirman,
Bersegeralah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan untuk orang orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan senang memberi maaf kepada orang lain. Allah itu mencintai orang-orang yang berbuat baik. (Al-Imran [3]:133-144)

Dikatakan pada masalah itu, "katama fulanun ghaizhahu" apabila dia menahannya lalu menjaga dirinya, maksudnya menahan dirinya dari membalas orang yang menzhaliminya dan menqishashnya padahal sebenarnya dia mampu melakukan itu, karena mengharapkan pahala dari Allah.


Sebab Ke-10 : Menghilangkan Gangguan dari Jalan Umum
Spoiler for 10

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Ketika ada seseorang berjalan di suatu jalan, dia mendapati ranting pohon berduri di tengah jalan. Dia menyingkirkan ranting pohon itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya.

Ketika orang itu mendapati tanting pohon di jalanan, ia merasa khawatir jika ranting itu akan menganggu salah seorang dari hamba Allah, lantas dia menyingkirkannya dari jalan mereka. Dengan amalan yang dipandang sepele oleh mayoritas manusia itu, dia berhak mendapatkan ampunan dari Allah.


Sebab Ke-11 : Taubat
Spoiler for 11

Allah Ta'ala berfirman,
Barangsiapa yang bertaubat sesudah kezhalimannya dan dia mau memperbaiki dirinya maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Maidah [5]:39)

Makna ayat tersebut adalah siapa saja yang bertaubat dari maksiatnya dan memperbaiki amalannya lantas dia mengganti maksiatnya dengan ketaatan, maka Allah memberinya karunia yakni menerima taubatnya dan Allah akan menutupi kemaksiatan yang pernah dilakukan orang itu, kemudian Dia mengampuninya.


Sebab Ke-12 : Istighfar
Spoiler for 12

Istighfar adalah memohon ampunan karena dosa yang telah dikerjakan. Semua doa yang mengandung makna ini atau lafalnya dapat disebut sebagai istighfar.

Al-Qurthubi menyebutkan perkataan ulama tentang hal itu, "Istighfar yang dikehendaki adalah istighfar yang mampu melepas ikatan maksiat yang terus-menerus dilakukan dan maknanya teguh tertanam dalam jiwa, bukan hanya lafal yang diucapkan dengan lisan. Adapun orang yang mengucapkan istighfar dengan lisannya, " Astaghfirullah", sedangkan hatinya masih terus berkutat dengan kemaksiatannya maka istighfarnya itu masih membutuhkan istighfar lagi jika kecilnya mengiringi dosa-dosa besar."


Sebab Ke-13 : Penerapan Hukum Had
Spoiler for 13

Allah Ta'ala berfirman,
Wahai Nabi! Apabila datang kepadamu wanita-wanita yang beriman, untuk membaiat kamu bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, tidak melakukan kebohongan yang mereka buat-buat sendiri dengan tangan dan kaki mereka, dan tidak memaksiati kamu dalam kebaikan, maka baiatlah mereka dan mohonkan ampunan mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Mumtahanah [60]:12)

Sabda Nabi Muhammad, "Maka barangsiapa yang memenuhi janjinya di antara kalian makan pahalanya menjadi tanggungan Allah" maksudnya : orang yang memegang teguh baiatnya dan tidak melakuka dosa sedikitpun maka Allah pasti akan mengganjarnya dengan pahala yang terbaik.
Qadhi Iyadh berkata, "Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum mad itu merupakan penghapus dosa.


Sebab Ke-14 : Musibah yang Menimpa Muslim Berupa Sakit dan Sejenisnya
Spoiler for 14

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad beliau bersabda,
Tiada musibah yang menimpa seorang muslim baik berupa kelelahan, atau kesulitan, atau kesdihan, atau kesusahan, atau gangguan, atau duka cita, termasuk duri yang menusuk dirinya, kecuali Allah menghapuskan dosa-dosanya dengan itu.

Pada hadits tersebut juga terdapat dalil dihapuskannya dosa bersamaan dengan penderitaan sakit, musibah dunia, serta kesedihannya walau derita itu ringan dan juga terkandung dalil bahwa seseorang akan ditinggikan derajatnya bila mengalami beraneka musibah dan pahalanya bertambah karenanya.


Sebab Ke-15 : Wudhu
Spoiler for 15

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Apabila seorang hamba muslim atau mukmin membasuh wajahnya maka keluar dari wajahnya segala dosa yang dia kihat dengan kedua matanya bersama air atau bersama tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh kedua tangannya maka keluarlah dari kedua tangannya segala dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya itu bersama air atau bersama tetesan air terakhir. Apabila dia membasuh kedua kakinya, keluarlah dosa yang dilakukan oleh kedua kakinya bersama air atau bersama teteasan air terakhir, hingga akhirnya dia selesai berwudhu dalam keadaan bersih dan bebas dari dosa.


Sebab Ke-16 : Wudhu dan Shalat Sesudahnya
Spoiler for 16

Dari Mu'adz bin Abdurrahman, bahwasanya Ibnu Abban memberitahukan kepadanya, dia berkata,
Aku datang menemui Utsman bin Affan dengan membawa air untuk bersuci, ketika itu dia sedang duduk di bangku tempat duduk. Dia berwudhu dengan membaguskan wudhunya. Selanjutnya dia berkata, "Aku melihat Nabi Muhammad berwudhu ketika beliau duduk di atas tempat duduk ini, lantas beliau membaguskan wudhunya. Selanjutnya beliau bersabda, 'Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian dia datang ke mesjid lantas mengerjakan shalat dua rakaat, lalu dia duduk, maka diampunilah dosanya yang telah lewat'."Rawi berkata, "Nabi Muhammad bersabda, "Janganlah kalian tertipu."


Sebab Ke-17 : Berjalan Menuju Shalat Berjamaah
Spoiler for 17

Dari Abu Huraihah, dia berkata, Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian dia berjalan kaki ke salah satu dari sekian banyak rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu kewajiban yang diwajibkan Allah, maka kedua langkahnya itu, salah satunya menghapuskan dosa dan yang lain mengangkat derajatnya.


Sebab Ke-18 : Shalat Wajib Lima Waktu
Spoiler for 18

Dari Abu Hurairah, bahwasanya dia mendengar Rasulullah bersabda,
"Bagaimana pendapat kalian jika ada sungai yang mengalir di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian, lalu dia mandi di sungai itu lima kali sehari. Apa komentarmu terhadap orang itu, apakah masih ada kotoran yang tersisa pada tubuhnya?" Para sahabat bertanya, "Tiada tersisa kotoran pada dirinya sedikit pun." Rasulullah bersabda, "Demikian itulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapuskan dosa-dosa denganya."


Sebab Ke-19 : Ucapan "Rabbana wa Lakal Hamdu" di Dalam Shalat
Spoiler for 19

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Apabila iman berucap: sami'allahu li man hamidah (Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya) maka ucapkanlah, rabbana lakal hamdu (Wahai Pemelihara kami, milik-Mu lah segala pujian). Sesungguhnya siapa yang ucapannya menepati ucapan malaikat maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.


Sebab Ke-20 : Mengucapkan Amin di Belakang Iman di Dalam Shalat
Spoiler for 20

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Apabila imam mengucapkan amin maka hendaklah kalian juga mengucapkan amin. Barangsiapa yang ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan amin para malaikat maka diampuni dosanya yang telah lewat. Ibnu Syihab berkata, "Adalah Rasulullah mengucapkan, 'amin'.


Sebab Ke-21 : Sujud
Spoiler for 21

Pada sujud itu terdapat puncak penghambaan diri dan ketawadhukan kepada Allah. Pada setiap sujud yang dilakukan seorang hamba, Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapuskan satu dosa dari dirinya. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam sebuah hadits:
Saat paling dekat bagi seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sujud, karena itu perbanyaklah berdoa ketika sujud.


Sebab Ke-22 : Shalat Jum'at dan Bersiap-siap Untuk Itu
Spoiler for 22

Dari Salman Al-Farisi, dia berkata, Rasulullah bersabda,
Tiada seorang pun yang mandi pada hari Jum'at dan membersihkan dirinya sekuat kemampuan-nya serta memakai minyak wanginya atau berwewangian dari minyak wangi rumahnya, kemudian dia keluar ke masjid, tidak memisahkan antara dua orang, kemudian dia mengerjakan shalat sekuat kemampuannya, lalu dia diam ketika imam berbicara, niscaya diampuni dosanya antara hari Jum'at dan hari Jum'at yang lainnya.


Sebab Ke-23 : Berpuasa Ramadhan
Spoiler for 23

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah bersabda,
Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya pada waktu lampau.

(Dengan iman) maksudnya beriman dengan keutamaannya.
(Dengan mengharapkan pahala) maksudnya dia berniat hanya untuk Allah semata-mata, tidak mempertontonkan amalan-nya itu (riya').


Sebab Ke-24 : Shalat Malam di Bulan Ramadhan
Spoiler for 24

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang berdiri mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

(Dengan iman) maksudnya beriman dengan keutamaannya.
(Dengan mengharapkan pahala) maksudnya dia berniat hanya untuk Allah semata-mata, tidak bermaksud untuk riya' kepada manusia.


Sebab Ke-25 : Beribadah Pada Malam Qadar
Spoiler for 25

Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda,
Barangsiapa beribadah pada malam Qadar dengan iman dan mengharapkan ganjaran dari Allah maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.

Lailah Al-Qadr adalah salah satu dari sekian banyak malam pada bulan Ramadhan yang Rasulullah menginformasikan kepada kita agar mencarinya pada sepuluh malam terakhir dari bulan penuh berkah itu.


Sebab Ke-26 : Haji
Spoiler for 26

Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Aku mendengar Nabi Muhammad bersabda,
Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji, tidak melakukan rafats (berkata buruk atau bercumbu rayu dengan istrinya) dan tidak berbuat fasik maka dia pulang seperti hari ketika ibunya melahirkan dirinya.

Keadaan bayi yang baru saja dilahirkan ibunya, yakni bebas dari dosa dan maksiat.


Sebab Ke-27 : Umrah
Spoiler for 27

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Satu umrah ke umrah berikutnya itu adalah penghapus dosa di antara keduanya. Haji yang mabrur itu tiada balasan baginya kecuali surga.


Sebab Ke-28 : Orang yang Mengucapkan 'Subhanallahi wa bi Hamdih'
Spoiler for 28

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang mengucapkan 'subhanallahu wa bihamdihi (Mahasuci Allah dan dengan pujian kepada-Nya) sebanyak 100 kali sehari maka akan dihapuskan dosanya itu sebanyak buih di lautan.


Sebab Ke-29 : Bertasbih
Spoiler for 29

Dari Mush'ab bin Sa'd, bapakku bertutur kepadaku, dia berkata,
Kami bersama Rasulullah kemudian beliau bersabda, "Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" Salah seorang sahabat yang ikut hadir dalam majelis beliau bertanya, "Bagaimana seseorang di antara kami mendapatkan seribu kebaikan setiap hari ?" Rasulullah bersabda, "Dia bertasbih sebanyak seratus kali tasbih maka dicatat untuknya seribu kebaikan atau dihapuskan dari dirinya seribu dosa."

sumber : -
KASKUS-