8 Alasan Mengapa Pria Butuh Teman Wanita

Ketika Anda sudah memiliki pasangan, seringkali teman-teman se-geng jadi terlupakan. Sebab, si dia kini menjadi prioritas Anda. Namun, sehebat apa pun pria yang tengah Anda pacari, ia tak akan mungkin menggantikan peran teman-teman perempuan Anda. Entah untuk nonton bareng dan membahas serial Glee, atau curhat sepanjang hari di coffee shop.


Tentu, hal ini dikarenakan persamaan persepsi, kemampuan menggunakan bahasa yang sama, dan hal-hal lain yang menjadi ciri khas perempuan, yang membuat perempuan betah berlama-lama dengan teman perempuannya. Menurut Carmen Renee Berry, MSW, penulis buku Girlfriends: Invisible Bonds, Enduring Ties, teman perempuan adalah keluarga yang bisa kita pilih sendiri. Karena dengan teman perempuan, kita butuh melakukan hal-hal berikut:


1. Shopping 
Siapa yang ikut senang ketika Anda mendapatkan barang diskonan jika bukan teman perempuan? Menurut Berry, jika Anda ingin bisa saling bercerita serunya berburu barang sale, ketimbang hanya dibuntuti ke sana kemari oleh si dia, lebih baik ajak teman perempuan. Lagipula, tak peduli betapa kerennya pasangan Anda, ia tak akan mengerti mengapa Anda harus membeli sepatu yang warna merah itu, dan bukan yang berwarna coklat.

2. Curhat 
Ketika Anda menghadapi masalah, entah itu dalam hal relasi dengan pasangan, pekerjaan, atau keluarga, cara paling pas untuk mendapatkan masukan adalah dari teman-teman perempuan. "Anda tidak harus menjelaskan panjang lebar kepada teman-teman perempuan, untuk mengerti apa yang Anda maksud," kata Berry.

3. Nonton 
Meskipun kita sudah berusaha keras mengubah cara berpikirnya, pria akan selalu menganggap kesukaan kita pada reality show itu tidak masuk akal. Namun itu tidak masalah. Si dia enggak harus selalu memiliki minat yang sama dengan Anda, kan? Justru Anda bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk bepergian bersama teman-teman perempuan saja.

4. Bahasa perempuan 
Kemana tujuan Anda menghabiskan malam minggu mungkin tidak begitu penting. Tetapi berada di tengah teman-teman yang sudah lama Anda kenal, yang selalu mendukung dan memuji Anda, bisa memberikan kebebasan yang menyenangkan. Anda bisa ngobrol dengan bahasa Anda sendiri, dan mengingat cerita-cerita masa lalu yang membuat Anda merasa muda kembali.

5. Perasaan senasib 
Ketika Anda dikecewakan oleh pasangan, teman-teman perempuan selalu menjadi yang pertama untuk menerima keluh-kesah Anda. Sebaliknya, ketika si dia memberikan kejutan, setia menemani Anda ketika Anda sakit, teman perempuan adalah orang yang menyadarkan betapa beruntungnya Anda memiliki si dia.

6. Sex talk
Meskipun pria sering disebut sebagai mahluk seksual, mereka tak selalu punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda seputar seks. Mereka juga tak akan pernah tahu bahwa Anda ingin mereka terus menganggap Anda sebagai mahadewi, seperti ketika Anda pertama berjumpa. Jadi ketika Anda mengalami problem kesehatan, entah itu infeksi jamur atau benjolan di payudara, kepada teman-teman perempuan lah Anda mencari jawaban.

7. Kejujuran 
Anda ingat ketika Anda hendak menghadiri suatu acara, dan Anda kebingungan memilih pakaian, sementara si dia hanya mengatakan, "Sudahlah, yang itu bagus, kok!" Hm... ketika Anda ingin tampil maksimal dan merasa nyaman dengan diri Anda, bukan white lie semacam itu yang ingin Anda dengar. Namun Berry memperingatkan, "Inti dari kritik membangun adalah memperbaiki hidup kekasih Anda, bukan menjebak agar ia berubah."

8. Empati 
Anda pasti membutuhkan orang-orang yang sudah mengalami apa yang Anda alami. Ketika Anda mengeluhkan sesuatu, teman perempuan pasti mau mendengarkan dan berempati pada Anda. Sedangkan pria merasa harus memberi nasihat atau jalan keluar. Ketika Anda mengeluh si mbak di rumah sering mengambil cemilan Anda tanpa ijin, teman perempuan pasti menanggapi keluhan Anda seolah mereka juga mengalaminya. Bila Anda mengeluh pada pasangan, ia pasti hanya mengatakan, "Ya sudah, simpan saja makanannya di lemari, lalu dikunci!"