Margarin yang Kaya Lemak Esensial


KOMPAS.com - Tumbuh kembang anak bisa lebih optimal dengan asupan nutrisi yang seimbang. Asam lemak esensial misalnya, dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan fisik anak dan perbentukan sel membran.

Sayangnya asupan lemak esensial (omega-3 dan omega-6) masih minim. Padahal sumber makanan seperti salmon, telur, kacang-kacangan, dan alpukat, memenuhi nutrisi ini. Bahkan margarin yang terbuat dari minyak nabati (minyak sayur) bisa menjadi sumber omega-3 dan omega-6.

Melihat kebutuhan ini, Blue Band meluncurkan varian terbarunya, Blue Band Gold. Margarin ini mengandung lemak esensial omega-3 dan omega-6 dua kali lipat lebih banyak, serta 9 vitamin yaitu A, B1, B2, B3, B6, B9, B12, D, and E.

"Inovasi ini cukup signifikan setelah kiprah Blue Band selama 75 tahun. Blue Band Gold bermaksud memberikan kebaikan khusus untuk pemenuhan lemak esensial yang mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal, sekaligus membantu ibu memberikan nutrisi praktis setiap hari," papar Agus Nugraha, Brand Manager Blue Band saat peluncuran Blue Band Gold di Financial Hall, Graha Niaga, Jakarta, Kamis (17/6/2010) lalu.

Lantas apa bedanya Blue Band Gold dengan produk regular yang sudah lama akrab di dapur? Blue Band dengan kandungan lemak esensial ini lebih cair. Jadi sebaiknya simpan di lemari es agar lebih padat, karena lemak tak jenuh ikatan ganda (PUFA) yang terkandung dalam Blue Band Gold akan mudah mencair jika disimpan di suhu ruangan (sekitar 30 derajat Celcius).

Total komposisi lemak yang dibutuhkan sekitar 30 persen, jadi sebaiknya hanya mengonsumsi lemak jenuh (SAFA) sekitar 7 persen saja, dan perbanyak PUFA dan MUFA (sekitar 25 persen). Salah satu sumber PUFA adalah margarin. Untuk setiap jenis PUFA porsinya 20 - 25 gram per hari. Artinya jika ingin mengonsumsi margarin sebagai pelengkap kebutuhan asam lemak esensial, jumlah asupan per harinya jangan lebih dari 25 gram.

"Agar kandungan lemak esensial (omega-3 dan omega-6) tidak hilang dari margarin, sebaiknya hanya mengaplikasikan Blue Band Gold untuk olesan atau tumisan, bukan untuk menggoreng atau dipanaskan dalam suhu tinggi," tandas Agus.