Titanic Tenggelam Karena Kesalahan Cara Mengemudi

Kapal Titanic menabrak gunung es pada tahun 1912 karena kesalahan mendasar pada pengemudian, tenggelam dengan cepat karena para awak (waktu itu) bersikeras untuk tetap meneruskan pelayaran, ujar seorang penulis.

Louise Patten, seorang penulis dan cucu dari perwira kedua Titanic, Charles Lightoller, mengatakan kebenaran mengenai apa yang terjadi 100 tahun yang lalu, seperti yang dikutip dari 
Reuters,
Jumat (24/9/2010).

"Sebenarnya mereka bisa dengan mudah gunung es, kalau saja tidak melakukan kesalahan," ujar Patten.

"Ketika mengetahui bahwa ada gunung es, sang pengemudi Robert Hichins menjadi panik dan mengemudikannya ke arah yang salah," kata Patten.

Lightoller, perwira senior yang selamat dari bencana tersebut, menutupi kesalahan tersebut karena takut apabila melakukan pengakuan, pasti akan membuat White Star Line (perusahaan kapal
yang meluncurkan Titanic) bangkrut dan membuat awak-awak kapal tersebut dipecat.

Patten menambahkan, bahwa karena kesalahan mengemudi, mereka hanya memiliki waktu 4 menit untuk berganti arah dan perwira pertama Murdoch melihat kesalahan dari Hitchins. Ketika mereka berusaha untuk mengganti arah, itu sudah terlambat.

Kakek dari Patten tidak ada di anjungan ketika tabrakan terjadi, tapi ia ada di pertemuan terakhir sebelum kapal Titanic tenggelam.

Charles Lightoller mendengar tidak hanya kesalahan fatal, tapi juga faktanya bahwa bis pemiliki dari White Star Line bersikukuh untuk tetap melakukan pelayaran, yang malah menenggelamkan kapal tersebut lebih cepat.

"Kalau saja para awak tidak bersikukuh untuk tetap meneruskan pelayaran, maka setidaknya Titanic masih bisa mengapung lama sampai bantuan datang dan tidak perlu orang yang tewas dalam kejadian tersebut," tutup Patten.

Louise Patten yang melakukan penguakan ini juga baru meluncurkan novel terbarunya yang berjudul 'Good as Gold'.